Chat Kami
Pencarian Teratas
Thursday, 30 Jul 2026
Kamu baru membeli mobil bekas dan mulai berpikir soal asuransi, tetapi bingung kenapa ada dua pilihan dengan nama yang terdengar asing seperti TLO dan All Risk? Kebingungan ini wajar terjadi, sebab kedua jenis perlindungan ini punya cakupan dan harga yang jauh berbeda.
Memahami perbedaan mendasar antara keduanya menjadi langkah pertama sebelum menentukan asuransi mobil bekas yang tepat untuk kondisi kendaraan kamu. Dengan begitu, kamu bisa memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan tanpa mengeluarkan biaya yang tidak perlu.
Asuransi All Risk menanggung segala jenis kerusakan, dari lecet kecil hingga hancur total, ditambah risiko kehilangan. Sebaliknya, asuransi TLO hanya menanggung klaim jika mobil hilang dicuri atau mengalami kerusakan parah dengan biaya perbaikan mencapai minimal 75 persen dari nilai mobil.
Cakupannya luas dengan premi yang lebih mahal, sehingga sangat cocok untuk mobil bekas tahun muda yang masih sering digunakan untuk mobilitas harian. Jenis asuransi ini menanggung kerusakan sekecil apa pun, termasuk lecet akibat gesekan di parkiran atau penyok ringan karena senggolan di jalan macet.
Cakupannya terbatas dengan premi yang jauh lebih murah, sehingga menjadi pilihan rasional untuk mobil bekas berusia tua di atas lima hingga sepuluh tahun yang nilai jualnya sudah turun. Pemilik mobil jenis ini umumnya hanya berisiko menghadapi kehilangan total atau kerusakan sangat parah, bukan lecet lecet kecil sehari hari.
Sumber: Pinterest
Tiga faktor utama, yaitu usia mobil, nilai kendaraan, dan risiko pemakaian, menentukan jenis perlindungan serta besaran premi asuransi mobil bekas kamu. Ketiga faktor ini memengaruhi kelayakan asuransi, biaya, sekaligus pilihan antara polis komprehensif atau TLO.
Usia kendaraan menjadi penentu utama jenis asuransi yang dapat diajukan. Mobil berusia lima tahun ke bawah umumnya masih memenuhi syarat untuk All Risk yang menanggung kerusakan kecil hingga besar, sementara mobil di atas lima tahun biasanya diarahkan ke polis TLO karena risiko kerusakan komponen akibat keausan mesin sudah lebih tinggi.
Nilai pasar mobil atau nilai perolehan bersih menentukan batas maksimal ganti rugi sekaligus memengaruhi besaran premi. Nilai mobil bekas akan terus menyusut setiap tahun, dan besaran premi umumnya dihitung berdasarkan persentase dari nilai kendaraan saat ini, dengan premi All Risk berkisar 1,05 persen - 4,2 persen dari harga mobil per tahun sesuai ketentuan OJK.
Asuransi memperhitungkan potensi bahaya yang berkaitan langsung dengan penggunaan mobil sehari hari. Mobil yang digunakan untuk operasional harian seperti taksi daring memiliki risiko lebih tinggi dibanding mobil yang dipakai sesekali, dan lokasi domisili dengan tingkat kepadatan lalu lintas maupun kriminalitas pencurian yang tinggi biasanya dikenakan premi lebih mahal.
Baca Juga:
Sumber: Pinterest
Angka di atas kertas kadang terasa abstrak sebelum dihitung dengan contoh nyata. Berikut simulasi sederhana untuk mobil bekas seharga Rp150 juta menggunakan rate dasar yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.
Rate TLO berkisar 0,2 persen hingga 0,78 persen dari harga mobil per tahun tergantung wilayah dan kategori harga. Untuk mobil seharga Rp150 juta, premi TLO bisa berada di kisaran Rp300.000 - Rp1.170.000 per tahun, jauh lebih ringan dibanding polis komprehensif.
Rate All Risk berkisar 1,05 persen - 4,2 persen dari harga mobil per tahun. Untuk mobil yang sama seharga Rp150 juta, preminya bisa mencapai Rp1.575.000 - Rp6.300.000 per tahun tergantung wilayah plat nomor dan kategori harga kendaraan.
Selisih premi antara TLO dan All Risk terasa besar di atas kertas, tetapi perlu dibandingkan dengan potensi biaya perbaikan yang mungkin muncul. Kalau mobil sering dipakai di jalanan padat dengan risiko lecet atau penyok kecil, biaya perbaikan bodi di bengkel resmi bisa jadi lebih mahal dibanding selisih premi yang dihemat dengan memilih TLO.
Asuransi TLO cukup untuk mobil bekas berusia lebih dari lima tahun atau bagi kamu dengan anggaran terbatas. All Risk lebih bijak jika mobil masih berusia di bawah lima tahun, digunakan untuk mobilitas harian di kota besar, atau menjadi andalan operasional harian yang membutuhkan ketenangan finansial.
TLO sangat disarankan untuk mobil bekas berusia di atas lima hingga sepuluh tahun, mengingat perusahaan asuransi umumnya memiliki batasan umur mobil untuk polis All Risk. Pilihan ini juga cocok untuk anggaran terbatas karena preminya jauh lebih murah, serta untuk mobil yang lebih banyak terparkir di garasi dan jarang digunakan di jalan raya sehingga TLO sudah cukup memproteksi risiko kehilangan.
All Risk sangat krusial untuk mobil bekas berusia di bawah lima tahun demi menjaga nilai investasi kendaraan. Perlindungan ini juga direkomendasikan jika rute harian sering melewati area rawan macet yang berisiko lecet atau benturan kecil, jika mobil sering dikendarai oleh pengemudi pemula yang rentan mengalami kecelakaan ringan, atau jika nilai jual mobil masih tinggi sehingga biaya perbaikan di bengkel resmi bisa cukup besar.
Memahami cara memilih asuransi mobil antara TLO dan All Risk membantu kamu menghindari premi yang terlalu mahal atau justru perlindungan yang kurang memadai untuk kondisi mobil bekas kamu.
Menentukan asuransi mobil bekas terbaik bukan soal mana yang paling populer, melainkan mana yang paling sesuai dengan usia, nilai, dan risiko pemakaian kendaraan kamu.
Kalau kamu ingin memulai dari unit yang kondisinya sudah jelas sebelum menentukan jenis asuransi yang tepat, Belanja Mobil menyediakan pilihan mobil bekas yang sudah melalui inspeksi menyeluruh.
Bingung pilih TLO atau All Risk untuk mobil bekasmu? Pilih dulu unitnya di Belanja Mobil.