Banjir EV China di GIIAS: Beli EV Baru Murah atau EV Bekas yang Harganya Lagi Turun?
Thursday, 27 Aug 2026
Gelombang merek mobil listrik asal China yang membanjiri GIIAS 2026 membuat pasar otomotif Indonesia bergejolak. Harga mobil listrik bekas ikut terkoreksi cukup dalam, dan banyak calon pembeli jadi bingung menentukan pilihan.
Sebenarnya, lebih untung mana antara mengejar EV baru yang harganya sudah sangat kompetitif atau justru berburu unit bekas yang harganya sedang jatuh? Mari kita bedah dari berbagai sudut pandang.
Seberapa Banyak Merek EV China yang Masuk Lewat GIIAS 2026
GIIAS 2026 diramaikan oleh sekitar 16 merek kendaraan asal China, termasuk pendatang baru seperti Leapmotor, Zeekr, dan BAW. Jumlah tersebut mendominasi pameran dan melampaui jumlah pabrikan asal Jepang yang tercatat sebanyak 12 merek.
Daftar Merek China di GIIAS 2026
Mayoritas pabrikan Tiongkok memamerkan lini kendaraan elektrifikasi atau New Energy Vehicles, baik berupa mobil listrik murni, plug-in hybrid, maupun range-extended. Berdasarkan data Gaikindo, merek Tiongkok yang berpartisipasi meliputi BYD, Chery, Wuling, AION, Geely, Jaecoo, GWM, DFSK, Jetour, BAIC, XPeng, Maxus, ditambah merek baru seperti Leapmotor, Zeekr, iCAR, serta BAW.
Tren Investasi dan Strategi Pasar
Kehadiran masif merek China tidak hanya sebatas berjualan atau tes pasar, tetapi juga diiringi komitmen investasi jangka panjang.
Sebagian merek memilih membangun fasilitas perakitan atau pabrik mandiri di Indonesia, seperti Leapmotor yang bermitra dengan Indomobil untuk merakit mobilnya secara lokal, sementara sebagian lainnya memanfaatkan fasilitas produksi dari mitra yang sudah ada.
Efeknya ke Harga EV Bekas yang Sudah Beredar
Kehadiran EV baru yang lebih murah memicu perang harga dan depresiasi tajam hingga 40 sampai 50% pada pasar EV bekas. Konsumen lebih memilih unit baru dengan teknologi baterai lebih canggih dan garansi penuh ketimbang unit lama yang harganya tidak lagi kompetitif.
Penurunan Nilai Jual Kembali yang Ekstrem
Model lama mengalami koreksi harga yang sangat drastis di tingkat dealer karena unit baru meluncur dengan banderol lebih rendah dan jarak tempuh lebih jauh.
Konsumen pun enggan melirik mobil bekas jika selisih harga dengan unit baru yang berteknologi lebih baik sangat tipis, sehingga banyak unit mobil listrik bekas menumpuk di dealer karena perputaran yang melambat.
Faktor Teknologi dan Kesehatan Baterai
EV baru selalu membawa peningkatan kapasitas baterai, sistem pengisian daya lebih cepat, dan fitur pintar yang membuat model berusia 1 sampai 2 tahun terasa usang. Di sisi lain, pembeli mobil bekas juga dihantui risiko penurunan kesehatan baterai serta rumitnya aturan pemindahan garansi pabrikan yang kerap hanya berlaku untuk pemilik pertama.
Namun kondisi ini justru jadi peluang bagi pembeli jangka panjang. Bagi konsumen yang berniat memakai mobil dalam waktu lama, koreksi harga ini menjadi kesempatan mendapatkan kendaraan minim biaya operasional dengan harga yang jauh lebih miring.
Kelebihan dan Risiko Beli EV Baru dari Merek yang Belum Lama Masuk
Membeli EV baru dari merek baru menawarkan harga lebih murah, fitur modern, dan garansi panjang. Namun konsumen juga berisiko menghadapi depresiasi tinggi, layanan purnajual yang belum mapan, serta ketidakpastian kelangsungan bisnis merek tersebut di pasar Indonesia.
Kelebihan Beli EV dari Merek Baru
Merek baru biasanya mematok harga lebih murah atau memberikan diskon besar untuk menarik konsumen, sekaligus dibekali teknologi canggih dan sistem hiburan modern untuk bersaing dengan merek petahana. Banyak dari mereka juga menawarkan garansi baterai dan kendaraan yang menggiurkan hingga 8 - 10 tahun, ditambah desain eksterior dan interior yang segar dan tidak pasaran.
Risiko Beli EV dari Merek Baru
Nilai jual kembali mobil bekas dari merek baru cenderung anjlok drastis karena belum ada patokan pasar yang stabil. Jumlah bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, dan teknisi ahli pun masih terbatas.
Ada pula kemungkinan merek tersebut menutup usahanya di Indonesia, membuat mobil sulit diservis dan suku cadang jadi langka. Penggantian komponen berat di luar garansi bahkan bisa memakan biaya hingga 40 - 60% dari harga mobil jika suplai lokalnya belum siap.
Kelebihan dan Risiko Beli EV Bekas yang Harganya Lagi Terkoreksi
Membeli mobil listrik bekas yang harganya sedang terkoreksi atau anjlok memberikan diskon depresiasi yang dalam bagi pembeli. Namun tetap harus mewaspadai risiko kesehatan baterai, penurunan harga lanjutan, serta potensi hambatan garansi pindah tangan.
Kelebihan Membeli EV Bekas Harga Terkoreksi
Penurunan harga atau perang diskon mobil baru membuat harga mobil listrik bekas ikut terjun bebas, sehingga pembeli tidak perlu menanggung susut nilai tertinggi yang biasanya diderita pemilik pertama di tahun tahun awal. Pengeluaran harian untuk pengisian daya listrik juga jauh lebih murah dibanding membeli bahan bakar minyak.
- Perawatan lebih ringan karena komponen penggerak mobil listrik jauh lebih sedikit daripada mobil konvensional, tanpa perlu biaya ganti oli mesin, busi, atau kopling
- Bebas dari kebijakan ganjil genap di beberapa wilayah perkotaan besar seperti Jakarta
Baca Juga: Periksa Beberapa Komponen Kelistrikan Sebelum Beli Mobil Bekas
Cara Memutuskan Sesuai Pola Pakai Harian
Keputusan beli mobil listrik baru atau bekas sangat bergantung pada jarak tempuh harian, akses pengecasan di rumah, dan toleransi risiko terhadap kesehatan baterai. EV baru cocok untuk mobilitas jarak jauh harian dengan garansi penuh, sementara EV bekas ideal untuk rute pendek perkotaan dengan anggaran yang lebih hemat.
Panduan Berdasarkan Pola Pakai Harian
Untuk mobilitas pendek di bawah 50 km per hari, EV bekas jadi pilihan tepat karena rute dalam kota yang pendek tidak menuntut kapasitas baterai besar. Sebaliknya, mobilitas tinggi antar kota di atas 100 km per hari lebih cocok memakai EV baru karena performa baterainya masih 100% dan memberikan ketenangan pikiran lebih besar.
Jika kamu sudah punya akses pengecasan memadai di rumah, baik unit baru maupun bekas sama sama cocok untuk dipakai. Namun jika belum ada fasilitas cas di rumah dan masih bergantung pada SPKLU, EV baru lebih disarankan karena teknologi manajemen termal dan kecepatan fast charging-nya umumnya lebih matang.
Pertimbangan Teknis dan Finansial
Mobil baru memberikan perlindungan garansi baterai dan komponen utama hingga 8 tahun atau lebih dari pabrikan resmi. Pada unit bekas, pastikan sisa garansi tersebut masih aktif dan bisa dilimpahkan ke pemilik kedua sebelum memutuskan membeli.
Harga beli EV bekas memang jauh lebih murah karena depresiasi yang tajam, tetapi penggantian baterai di luar garansi bernilai sangat mahal. Selalu cek persentase State of Health baterai ke bengkel resmi sebelum membeli unit seken agar tidak menyesal di kemudian hari.
Baca Juga: Apakah Aman Beli Mobil Listrik Bekas?
Mulai Bandingkan di Belanja Mobil
Setelah memahami dinamika EV China murah yang masuk lewat GIIAS 2026 dan efeknya ke pasar bekas, kamu jadi punya bekal lebih matang untuk memutuskan mana yang paling sesuai kebutuhan. Kalau kamu condong ke opsi bekas, Belanja Mobil bisa membantu kamu melihat harga riil yang berlaku di pasaran saat ini.
Sebelum putuskan, lihat dulu harga riil EV bekas di pasar lewat Belanja Mobil.