Chat Kami

Pencarian Teratas

Koreksi Harga EV Bekas 2026: Peluang Beli Mobil Listrik Bekas Lebih Murah?

Thursday, 27 Aug 2026

Koreksi Harga EV Bekas 2026: Peluang Beli Mobil Listrik Bekas Lebih Murah?

Sepanjang 2025 sampai pertengahan 2026, harga mobil listrik bekas 2026 mengalami gejolak yang cukup tajam, mulai dari penurunan drastis hingga tanda-tanda mulai stabil di beberapa segmen. 

Kondisi ini membuat banyak calon pembeli bertanya-tanya, apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli EV bekas atau justru harus menunggu lebih lama lagi.

Penyebab depresiasi yang lebih cepat dibanding mobil konvensional, rentang harga per segmen, sampai cara membedakan koreksi harga yang aman dan yang berisiko akan dibahas satu per satu pada bagian berikut ini.

Apa yang Terjadi dengan Harga EV Bekas Sepanjang 2025-2026?

Sepanjang periode 2025 hingga pertengahan 2026, pasar kendaraan listrik bekas mengalami penurunan harga yang sangat tajam, namun mulai menunjukkan tanda stabilisasi bahkan sedikit kenaikan di pertengahan 2026. Fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika pasar mobil baru, faktor psikologis konsumen, dan kebijakan insentif pemerintah.

Fase Penurunan Tajam (2025 sampai Awal 2026)

Pada fase ini, unit EV bekas mengalami penyusutan nilai rata-rata yang jauh lebih tinggi dibanding mobil konvensional. 

Banyak unit berusia kurang dari tiga tahun mengalami kejatuhan harga hingga 30–50% dari harga barunya, dengan model seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, BYD Dolphin, dan Hyundai Kona EV generasi lama menjadi contoh paling terdampak.

Data ini sejalan dengan laporan Kompas.id yang mencatat penyusutan tahunan tinggi, rata-rata sekitar 26,6 persen setelah satu tahun pemakaian. Sementara itu, Autotrader mencatat penurunan tahunan 7,4–9,3% di pasar Inggris hingga akhir 2025.

Biang Kerok Jatuhnya Harga EV Bekas

Empat faktor utama ini yang paling banyak menyeret turun harga pasar EV bekas selama periode tersebut.

FaktorPenjelasan
Perang harga mobil baruDiskon besar-besaran dari merek asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, Chery, dan Jaecoo merusak nilai jual kembali unit bekas.
Lompatan teknologi bateraiEV baru tahun 2025 sampai 2026 menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan cas lebih cepat dengan harga lebih murah, membuat unit lama cepat ketinggalan zaman.
Kekhawatiran kesehatan bateraiKonsumen ragu karena beberapa pabrikan menyatakan garansi baterai bisa hangus jika mobil berpindah tangan.
Sikap hati-hati perusahaan leasingBunga kredit untuk EV bekas ditetapkan lebih tinggi karena pasarnya dianggap belum stabil.

Fase Titik Balik dan Stabilisasi (Pertengahan 2026)

Memasuki pertengahan 2026, kondisi pasar mulai matang dan berbalik arah menuju kestabilan, bahkan naik di segmen tertentu. 

Riset Recurrent Auto mencatat kenaikan harga segmen murah, rata-rata EV bekas naik sekitar 5,1% dari Januari hingga Juni 2026, dengan kenaikan tertinggi pada mobil listrik bekas murah di bawah harga Rp325 jutaan yang melonjak hingga 9,4%.

Ada juga efek berakhirnya insentif pajak, di mana pengurangan insentif untuk EV baru membuat harganya naik 5-15% sehingga konsumen beralih memburu EV bekas. Terakhir, perputaran unit lebih cepat terlihat dari Chevrolet Bolt EV bekas tahun 2023 yang rata-rata terjual hanya dalam dua belas hari.

Penyebab Depresiasi EV Lebih Cepat Dibanding Mobil Konvensional

Depresiasi mobil listrik cenderung lebih cepat dibanding mobil konvensional karena gradasi kapasitas baterai, pesatnya perkembangan teknologi baru, serta perang harga mobil baru yang menekan nilai pasar unit bekas. 

Data Kompas.id bahkan mencatat mobil listrik mengalami penurunan nilai paling tajam di lima tahun pertama kepemilikan dibanding mobil konvensional maupun hibrida.

Penurunan Kualitas dan Kesehatan Baterai

Baterai jadi komponen dengan porsi biaya terbesar pada satu unit EV, sehingga kondisinya sangat memengaruhi harga jual. 

Nilai EV bekas sangat ditentukan oleh persentase state of health baterai yang tersisa, dan hal ini membuat pembeli mobil bekas sering takut menanggung biaya penggantian baterai baru yang sangat mahal jika masa garansi pabrik sudah habis.

Kecepatan Usia Teknologi

Teknologi EV berkembang sangat pesat, hampir menyerupai siklus perangkat gawai. Model EV keluaran terbaru umumnya menawarkan kapasitas baterai lebih ringan dan jarak tempuh yang jauh lebih lama dengan harga yang mirip, sementara fitur pengisian daya cepat pada model lama juga cepat tertinggal oleh arsitektur pengisian generasi terbaru.

Strategi Pemotongan Harga Mobil Baru

Kebijakan harga dari pabrikan turut memberi tekanan langsung ke pasar unit bekas. Beberapa produsen EV memotong harga lini mobil baru secara drastis untuk mengejar volume penjualan, dan ketika harga mobil baru turun, harga pasaran mobil listrik bekas otomatis ikut merosot agar tetap terlihat menarik di mata konsumen.

Kesiapan Pasar Bekas dan Infrastruktur

Faktor di luar unit kendaraan itu sendiri juga ikut memengaruhi kepercayaan pembeli terhadap EV bekas. Pasar mobil bekas konvensional jauh lebih matang karena masyarakat sudah familier dengan mesin bensin, sementara keterbatasan infrastruktur pengisian daya di daerah tertentu membuat sebagian calon pembeli enggan memilih EV.

Perbandingan dengan Mobil Konvensional

Perbedaan karakter depresiasi antara EV dan mobil konvensional bisa dilihat lebih jelas lewat perbandingan berikut.

Faktor PenentuKendaraan ListrikMobil Konvensional
Komponen utamaKualitas baterai mendominasi nilai jualKondisi mesin dan transmisi
Kecepatan teknologiSangat cepat, model lama cepat terasa usangEvolusi bertahap, model lama tetap relevan lama
Stabilitas hargaFluktuatif akibat perang harga unit baruCenderung stabil karena pola pasar yang matang

Baca Juga: 

Rentang Harga EV Bekas per Segmen Saat Ini

Rentang harga mobil listrik bekas 2026 saat ini sangat bervariasi, mulai dari Rp90 jutaan hingga di atas Rp800 juta, tergantung segmen ukuran, kapasitas baterai, teknologi, serta tingkat depresiasi masing-masing model.

Rentang Harga per Segmen

Rincian rentang harga dan model populer di tiap segmen bisa dilihat pada tabel berikut.

SegmenRentang HargaModel Populer
City carRp90- Rp160 jutaWuling Air EV (Standard Range mulai Rp95 jutaan, Long Range sekitar Rp125 jutaan), Seres E1 (Rp110 jutaan sampai Rp140 jutaan)
Compact hatchbackRp160-Rp310 jutaWuling BinguoEV (Rp180 jutaan sampai Rp240 jutaan), BYD Dolphin tahun 2024 (Rp285 jutaan sampai Rp310 jutaan)
Compact SUV dan crossoverRp220-Rp390 jutaNeta V dan Neta V-II (Rp200 jutaan sampai Rp240 jutaan), Wuling Cloud EV (mulai Rp230 jutaan), Hyundai Ioniq EV generasi awal (mulai Rp195 jutaan)
PremiumRp400 sampai di atas Rp850 jutaHyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6 (Rp450 jutaan sampai Rp650 jutaan), Denza D9 (Rp860 jutaan sampai Rp880 jutaan)

Kapan Koreksi Harga Jadi Peluang, Kapan Jadi Sinyal Bahaya

Koreksi harga mobil bekas atau baru bisa menjadi kesempatan emas untuk membeli, tetapi bisa juga jadi tanda bahaya bahwa unit tersebut menyimpan masalah tersembunyi. Perbedaan keduanya bisa dikenali lewat penyebab di balik penurunan harganya.

Kapan Koreksi Harga Jadi Peluang

Penurunan harga menjadi peluang bagus kalau disebabkan oleh faktor eksternal pasar yang wajar, seperti dirangkum pada tabel berikut.

PenyebabPenjelasan
Peluncuran model baruHarga model lama turun karena dealer menghabiskan stok.
Faktor akhir tahunDealer mengejar target penjualan dengan memberikan diskon besar.
Perubahan pajakInsentif pajak baru dari pemerintah ikut menekan harga jual ke arah lebih rendah.
Siklus unit sewaPerusahaan rental meremajakan armada secara massal, sehingga suplai unit bekas berkualitas meningkat.
Depresiasi normalMobil mewah mengalami depresiasi tajam pada tiga tahun pertama padahal kondisi mesinnya masih prima.

Kapan Koreksi Harga Jadi Sinyal Bahaya

Sebaliknya, penurunan harga patut dicurigai kalau angkanya jauh di bawah harga pasar wajar tanpa alasan yang jelas, seperti kondisi berikut.

Tanda BahayaPenjelasan
Riwayat kerusakan beratMobil pernah mengalami kecelakaan parah atau terendam banjir.
Masalah hukumDokumen kendaraan seperti STNK atau BPKB palsu, tidak lengkap, atau terkait kasus hukum.
Odometer diputarJarak tempuh asli sangat tinggi, tetapi angka di dasbor dimanipulasi agar terlihat rendah.
Model disuntik matiPabrikan sudah menghentikan produksi model tersebut sehingga suku cadang sulit dicari.
Masalah mekanis kronisMobil memiliki cacat produksi bawaan atau kerusakan mesin berat dengan biaya perbaikan sangat mahal.

Cara Memastikan Sebelum Membeli

Jangan langsung tergiur harga murah. Sewa jasa inspektor mobil profesional independen untuk memeriksa kondisi fisik dan mesin secara menyeluruh, lalu pastikan mobil memiliki catatan servis berkala yang jelas di bengkel resmi. 

Langkah terakhir, periksa keaslian nomor rangka dan nomor mesin ke Samsat terdekat untuk memastikan legalitas kendaraan sebelum transaksi dilakukan.

Temukan EV Bekas Terkurasi di Belanja Mobil

Turunnya harga mobil listrik bekas 2026 membuat EV semakin mudah dijangkau tanpa harus menyiapkan dana sebesar untuk membeli unit baru. Bagi calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan budget lebih terbatas, pasar EV bekas bisa menjadi pilihan yang menarik.

Namun, harga bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kondisi unit, riwayat kendaraan, dan kelengkapan informasi tetap penting agar kamu bisa memilih EV bekas dengan lebih tenang.

Di Belanja Mobil, kamu bisa menemukan berbagai pilihan EV bekas dari beragam segmen dengan informasi kendaraan yang lebih transparan. Bandingkan pilihan yang tersedia dan temukan EV yang paling sesuai dengan kebutuhan serta budget kamu.

Siap beralih ke mobil listrik? Cek pilihan EV bekas di Belanja Mobil sekarang!